Thursday, November 6, 2014

Indonesia dijadikan negara target oleh developer game

Indonesia dijadikan negara target oleh developer game


Besarnya potensi pasar smartphone di wilayah Asia Tenggara dan tercatat oleh badan riset GFK Singapura mengalami peningkatan 44 persen, menjadi target para developer game mobile untuk melabuhkan bisnisnya di Indonesia.

Hal senada juga tertulis dalam laporan riset dan prediksi Applift dan Newzoo yang mengungkapkan bahwa pasar mobile game secara global akan meningkat setiap tahunnya. Dengan memanfaatkan momentum ini, Kingsoft menghadirkan game mobile baru bernama Geo Pet Saga untuk melebarkan pangsa pasarnya di Indonesia.

"Bagi Kingsoft, Indonesia adalah pasar mobile game yang potensial karena jumlah pengguna smartphone terus meningkat per tahunnya, dan ini akan dimanfaatkan untuk menghadirkan Geo Pet Saga bagi pecinta game Tanah Air," jelas Ling Feng, Direktur Divisi Bisnis LN Kingsoft Malaysia dan Kingsoft Corporation Limited China, di Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Ia menjelaskan, pengguna smartphone Indonesia termasuk peringkat kelima terbesar di dunia dan setiap tahunnya diprediksi meningkat dengan cukup signifikan.

"Data dari Frost and Sullivan menyebutkan 80 dari 100 orang menggunakan smartphone pada 2013, dan penetrasinya akan terus meningkat dari 9 persen pada 2012 mencapai 50 persen pada 2015," tutupnya..

Sumber: okezone

Saturday, October 18, 2014

Nexus 6 adalah HP pertama dengan operasi android lollipop 2014

Nexus 6 adalah HP pertama dengan operasi android lollipop 2014


Nexus 6 adalah HP pertama dengan operasi android lollipop 2014
(c) google

Selain memperkenalkan sistem operasi Android 5.0 dengan nama resmi "Lollipop," Google juga memperkenalkan perangkat yang telah dipasangi dengan sistem operasi barunya itu, yaitu Nexus 6.
Rabu (15/10/2014), Google memperkenalkan secara resmi smartphone Nexus 6 di situs resmi Google. Nexus 6 menjadi perangkat pertama di dunia yang mengusung Android 5.0 Lollipop.

Google Nexus 6 adalah smartphone Android dengan bentang layar 6 inci dan menjadi suksesor dari generasi pendahulunya, Nexus 5. Smartphone yang dibekali layar resolusi Quad HD tersebut dipercayakan oleh Google kepada vendor Motorola.

Google Nexus 6 memiliki spesifikasi prosesor quad-core Snapdragon 2,7 GHz, kamera belakang 13 megapiksel, dengan penyimpanan internal yang tersedia dalam dua versi, 32 GB dan 64 GB.

Di bagian depan, Nexus 6 dibekali dengan fitur dual-front speaker. Selain itu, Nexus 6 juga memiliki fitur "turbo charger" dimana baterai bisa digunakan selama 16 jam dalam sekali isi ulang selama 15 menit.

Dikutip KompasTekno dari blog resmi Motorola, Nexus 6 oleh Google mendapatkan harga referensi 649 dollar AS (sekitar Rp 8 juta) dan mulai bisa dipesan pada akhir Oktober 2014.

"Nexus 6 akan hadir di 28 negara di seluruh Eropa, Asia Pasifik, dan Amerika Utara mulai akhir tahun ini," demikian tulis Motorola.

sumber: kompas

Friday, October 17, 2014

Andorid L (Lollipop) akhirnya dilaunching Google

Andorid L (Lollipop) akhirnya dilaunching Google

Andorid L (Lollipop) akhirnya dilaunching Google
(c) google


Setelah lama teka-teki tentang nama Android L, akhirnya, Googel telah menentukan nama dar Andorid L (Lollipop) akhirnya dilaunching Google
i versi Android terbarunya tersebut. Adalah Nama Lollipop, Android versi 5.0  yang sebenarnya sudah pernah diketahui sebelumnya melalui kue Ulang tahun Google beberapa waktu yang lalu.

Memulai debutnya bersama Nexus 6 dan Nexus 9, Penamaan Lollipop menjadi sangat mudah diucapkan, seperti penamaan Google pada Android versi sebelumnya, yakni KitKat.

Selain pada Nexus 6 dan Nexus 9, Android 5.0 Lollipop juga disebutkan akan tersedia untuk beberapa perangkan Nexus lainnya seperti Nexus 4, 5, 7 dan 10. Semua perangkat ini akan tersedia di Google Play dalam minggu mendatang.

sumber : android-indonesia.com

Thursday, October 16, 2014

Ilmuan IPB Ciptakan Teknologi Anti Radar Berbahan Cangkang Udang dan Tulang Ikan

TNI berkerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan teknologi anti radar bagi keperluan TNI. Pengembangan teknologi yang telah dilakukan sejak tahun 2011 ini diharapkan mampu memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Ilmuan IPB Ciptakan Teknologi Anti Radar Berbahan Cangkang Udang dan Tulang Ikan
Radar TNI AU

Menurut Wakil Ketua Dewan Juri Lomba Inovasi TNI 2014, Avanti Fontana, teknologi ini diciptakan dengan menggunakan bahan dasar cangkang udang (chitosan) dan tulang ikan (hidroksiapatit).

Sistem kerja utama alat itu yakni dengan menyerap pantulan gelombang frekwensi radar musuh yang dilayangkan ke alutsista milik TNI. Dengan diserapnya gelombang tersebut, maka musuh tak dapat mendeteksi kendaraan yang digunakan TNI dalam menjalankan operasinya.


“Inovasi ini jelas membantu meningkatkan peran dan tugas TNI,” kata Avanti disela-sela pemberian penghargaan Inovasi Panglimat TNI 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10/2014).

Pengembangan teknologi ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa IPB, yang terdiri dari Bambang Riyanto, Akhiruddin Maddu, dan Esa Ghanim Fadhallah. Ketiga orang itu akhirnya didapuk menjadi salah satu tim pemenang dalam ajang Inovasi Panglima TNI 2014. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun, mengapresiasi pengembangan teknologi tersebut. Ia meminta agar penelitian dan pengembangan teknologi itu dapat dipercepat sehingga dapat segera diaplikasikan di alutsista TNI.

dalam keterangan terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, TNI akan menggandeng PT Pindad dalam pengaplikasian teknologi ini. Di samping itu, TNI juga berencana agar teknologi ini dapat diproduksi secara masal. Meski demikian, ia mengatakan uji coba atas alat anti radar itu harus diuji coba terlebih dahulu di Badan Litbang TNI. (Tribun)

Tuesday, October 7, 2014

Mengenal Little Moe, Robot Mungil Pembunuh Virus Ebola

Perusahaan pembasmi kuman asal San Antonia, AS, Xenex. Berhasil membuat robot anti virus ebola yang belakangan ini meresahkan penduduk Dunia. 


Little Moe, Robot Mungil Pembunuh Virus Ebola

Robot kecil sekitar setengah meter yang diberi nama Little Moe ini mampuh membersihkan ruangan dari virus berbahaya dalam hitungan menit. Litte Moe diproyeksikan menjaga ruangan di rumah sakit di Dallas, yang merawat seorang yang diduga terinfeksi Ebola.

Diharapkan dengan robot ini, rumah sakit itu bebas Ebola. Robot ini memang dikhususkan untuk membasmi kuman dalam ruangan, yang saat ini tengah muncul Ebola di AS.


Melansir Daily Mail, Rabu 8 Oktober 2014, Litte Moe saat ini tengah disiagakan pada 250 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Amerika Serikat, termasuk rumah sakit di Dallas tersebut.

Kinerja Little Moe tak main-main. Robot ini menggunakan xenon, gas tak beracun yang tak berwarna, untuk menghasilkan sinar ultraviolet yang nantinya digunakan menghancurkan virus.

Robot ini menyebarkan 1,5 tekanan per detik sampai area tiga meter setiap arah untuk membunuh virus Ebola. Saat sinar ultraviolet dipaparkan, Robot akan mengeluarkan sinar biru mirip kilatan.

Dilaporkan cahaya yang dihasilkan robot ini sangat terang, 25 ribu kali lebih terang dari sinar matahari.

"Robot kami menjamin ruang akan aman untuk pasien berikutnya, dengan menghancurkan kuman pada permukaan yang sensitif serta mampu membersihkan sudut dan celah ruangan," jelas juru bicara Xenex.

Disebutkan teknologi yang memanfaatkan sinar ultraviolet untuk mensterilkan ruangan, sebenarnya sudah ada dalam beberapa dekade. Tetapi, kemampuan pada robot Litte Moe menawarkan hal yang lebih canggih. Robot ini memiliki pemrosesan yang cepat dengan menggunakan xenon yang ditempatkan pada air raksa.

Basmi Ebola 2 menit

Sebagai perbandingan, mesin ultraviolet berbasis air raksa biasa butuh waktu satu jam untuk membasmi kuman dalam ruangan. Sedangkan robot Litte Moe hanya butuh waktu dua menit saja. 

"Misi kami selalu untuk menghilangkan patogen yang menyebabkan infeksi dan berdampak pada kesehatan serta kehidupa jutaan pasien serta keluarga mereka. Dan, Ebola tak berbeda dengan pembasmian kuman lainnya," jelas Xenex dalam pernyataannya.

Juru bicara itu mengatakan virus Ebola sebenarnya mudah untuk dibunuh dibandingkan penyakit lainnya yang kebal pembasmian kuman. Robot ini berbiaya US$104 ribu sekitar Rp1,7 miliar.

Virus Ebola yang muncul sejak 1976, telah menyebar menjadi wabah simultan di Sudan dan Republik Demokratik Kongo.

Virus itu kini telah muncul di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Spanyol. Gejala Ebola meliputi demam, kelemahan terus menerus, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan diikuti dengan muntah-muntah, diare, ruam, ginjal dan gangguan fungsi hati. Dalam beberapa kasus terjadi pendarahan internal dan eksternal.

Ebola memiliki masa inkubasi panjang hingga 21 hari, artinya orang yang tertular dapat tak menyadari dirinya terinfeksi sampai munculnya gejala tersebut.




Sumber : VivaNews

Monday, September 15, 2014

Mahasiswa Ubaya Berhasil Ciptakan Helm Anti Kantuk

Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan, Dua mahasiswa Program Kekhususan Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), berhasil menciptakan inovasi baru berupa helm anti kantuk yang praktis, murah, dan tidak mengubah bentuk helm.

Helm anti-kantuk buatan mereka berdua memanfaatkan denyut nadi, ini merupakan terobosan baru dimana  Helm anti-kantuk yang sudah beredar saat ini menggunakan gelombang syaraf otak.


Mahasiswa Ubaya Berhasil Ciptakan Helm Anti Kantuk


Menurut Ricky, helm anti-kantuk yang memanfaatkan gelombang syaraf otak memiliki harga yang mahal, karena harga dari alat deteksi gelombang syaraf otak itu lebih dari Rp 10 juta, sedangkan alat buatan tim Ubaya yang dinamai "Anti-Drowsing System (Androsys)" itu hanya Rp500 ribu.

Ide pembuatan alat ini berawal ketika Ricki dan Joevan mendapat tugas Mata Kuliah Design Project dari dosen pembimbing, Sunardi Tjandra ST MT, lalu kami mencari ide. Idenya dari nonton televisi terkait berita kecelakaan lalu lintas yang penyebab utamanya didominasi rasa kantuk," katanya.


Ia menjelaskan "Androsys" memanfaatkan denyut nadi sebagai sensor kantuk seseorang ketika mengemudi. "Denyut nadi seseorang itu normalnya 80 denyut/menit dan kalau lebih rendah dari itu berarti orang itu mengantuk," katanya.

Meski denyut nadi normal adalah 80 denyut/menit, namun denyut nadi mengantuk pada setiap orang bisa berbeda. "Bisa saja ada orang yang mengantuk pada 60 denyut/menit, tapi alat itu bisa disesuaikan dengan ukuran setiap orang," katanya.

Cara kerja Androsys bermula dari alat sensor (mikro-kontroler) untuk ukuran denyut nadi pengemudi kendaraan yang tidak sampai 80 denyut/menit dan terpasang pada bagian tubuh seseorang yang memiliki urat nadi.

"Bisa saja dipasang pada leher, tapi nantinya akan kami hubungkan dengan tali helm untuk mendukung program safety riding dari kepolisian, lalu alat sensor ini menghasilkan output untuk vibrator yang terpasang pada batok kepala dari helm dan akhirnya bergetar secara berkala untuk mencegah kantuk seorang pengemudi," katanya.

Ia mengatakan vibrator itu dipasang pada bagian dalam helm (di atas kepala/ubun-ubun) melalui pelubangan kecil tanpa mengurangi fungsi keamanan helm standar. "Produk kami itu mendapat dana hibah Rp9,5 juta dari Kemdikbud melalui PKM-KC (Program Kreativitas Karsa Cipta)," katanya.



Meraih Medali Emas diajang IIID UiTM Malaysia
 
Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan mengikutsertakan temuannya ini dalam ajang "International Invention Inovation and Design (IIID)" di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Segamat, Johor, Malaysia, 20 Agustus.

"Hasilnya, produk kami dinyatakan sebagai temuan baru dan sukses dinobatkan menjadi peraih medali emas untuk kategori Invention. Itu jauh melebihi target kami. Harapannya, kami akan mengembangkan Androsys untuk pengemudi bus dan truk yang sering jalan malam," katanya.

Menanggapi prestasi anak didiknya, dosen pembimbing Sunardi Tjandra menilai keunggulan Androsys terletak pada harga yang murah dan tidak mengubah struktur helm. "Produk mereka juga dibutuhkan pasar untuk saat ini," katanya.  (Antara)

Wednesday, September 3, 2014

Doormatics Keset Penghisap Debu Karya Mahasiswa ITS

Rizky Nafiar Rafiandi, dan rekan-rekannya dari ITS Surabaya berhasil menciptakan keset  serbaguna yang memiliki fungsi sebagai penghisap debu, sehingga kotoran yang ada tidak lengket di permukaan, melainkan langsung terhisap.


Doormatics Keset Penghisap Debu Karya Mahasiswa ITS Foto: dok.ITS

Menurut Rizky ide pebuatan alat ini Berawal dari pengalaman pribadi ketika membersihkan lantai, tiba-tiba adik Rizky datang dan mengotori kembali lantai tersebut
Meski pada saat itu, adiknya sudah membersihkan kaki di keset, namun karena keset tersebut juga berdebu, maka lantai kembali kotor. Karena itu dirinya ingin membuat keset yang secara otomatis menyerap kotoran.


Untuk mewujudkan alat itu,
rizky mengajak teman-teman membuatnya bersama-sama, lalu mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). akhirnya tim pun mendapatkan dana sebesar Rp7,5 juta dari Ditjen Dikti untuk mewujudkan sebuah alat yang kemudian diberi nama "Doormatics" ini. Menurut Rizky  "Inovasi itu dapat menekan pengeluaran biaya gaji karyawan dalam suatu perusahaan, karena mengurangi jumlah petugas cleaning service," katanya.

Mahasiswa jurusan Teknik Elektro ITS itu mengungkapkan proses pembuatan keset serbaguna tersebut menggandeng salah satu bengkel di daerah Semolowaru, Surabaya, karena ada beberapa kendala terkait pembuatan keset serbaguna ini.

"Salah satu kendalanya adalah hambatan dalam mengoptimalkan kinerja keset ini. Saat pembuatannya, kami mengalami kesulitan dalam meningkatkan daya hisap debu pada keset. Kami juga kesusahan dalam membuat konstruksi mekaniknya," katanya.

Dengan bantuan bengkel itulah, Rizky dan timmnya akhirnya berhasil menciptakan Doormatics yang membutuhkan daya listrik sekitar 380 watt. "Kamu akhirnya juga lolos mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-27 di Semarang," katanya.


Sumber : (antaranews.com | okezone.com)